Yield Sewa Apartemen Pondok Indah 2026: Hitung & Bandingkan
Yield sewa adalah metrik paling penting bagi investor properti. Berikut panduan menghitung dan data aktual yield di Pondok Indah.
Cara Menghitung Yield Sewa
Gross Yield: (Pendapatan sewa tahunan ÷ Harga beli) × 100%
Contoh: Unit 2BR AGPI 2, beli Rp 3,5 M, sewa Rp 30 jt/bulan → Gross yield = (360 jt ÷ 3.500 jt) × 100% = 10,3%
Net Yield: Gross yield dikurangi biaya service charge, pajak sewa, dan vacancy rate.
Estimasi net yield = gross yield × 0,7 → Net yield contoh di atas = ~7,2%
Data Yield Per Kompleks 2026
- PIR Maya 1BR: Gross yield 6–8%, net yield 4,5–5,5%
- PIR Kartika/Amala 2BR: Gross yield 5,5–7%, net yield 4–5%
- AGPI 1 2BR: Gross yield 8–11%, net yield 5,5–7,5%
- AGPI 3 2BR: Gross yield 7–9%, net yield 5–6,5%
- Serviced Apt 1BR: Gross yield 6–8%, net yield 4,5–6%
AGPI vs PIR: Mana Yield Lebih Tinggi?
AGPI konsisten memberikan gross yield lebih tinggi karena harga beli lebih rendah dengan sewa yang kompetitif. AGPI 1 menjadi unit dengan yield tertinggi di seluruh kawasan Pondok Indah. PIR unggul di capital appreciation, bukan yield.
Tips Optimasi Yield
- Sewakan ke korporasi (corporate lease) — harga lebih tinggi, masa sewa lebih stabil
- Target ekspat baru yang butuh unit langsung jadi
- Pertimbangkan unit facing golf di AGPI untuk premium sewa 15–20%
- Minimalkan vacancy dengan harga kompetitif di pasar




